Kuliah Sambil Kerja

Pendidikan merupakan dasar yang paling kuat terhadap pembentukan kepribadian anak menuju kedewasaan. Pendidikan dapat diperoleh di tiga lingkungan, yakni lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.

Dari ketiga lingkungan tersebut di atas, pendidikan formal merupakan lingkungan yang terjadi secara sistematis dan terprogram dalam mendidik anak, baik dengan melalui pemberian ilmu dan pengetahuan maupun secara pemberian karakter.

Pendidikan sekolah atau formal terjadi dengan sistem jenjang, yaitu mulai dari TK, SD, SLTP, SLTA, dan juga sampai di jenjang perguruan tinggi.Namun dalam menempuh jenjang pendidikan tersebut, dalam kenyataannya tidak semua orang sanggup untuk melaluinya dengan sukses.Hal ini dapat difaktori oleh beberapa hal, diantaranya adalah faktor ekonomi orang tua yang tidak mampu memberikan biaya pendidikan pada anaknya.

Faktor ekonomi orang tua, tentu sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pendidikan anak. Terkadang tingkat ekonomi orang tua hanya mampu membiayai pendidikan anak di jenjang SD, atau SLTP, atau pun juga sanggup membiayai pendidikan anaknya  sampai tammat dari SLTA.

Dari kenyataan yang ada, ada banyak orang tua tidak sanggup membiayai anaknya sampai di SLTA, terlebih-lebih di jenjang perguruan tinggi.Tentu hal ini merupakan suatu masalah.

Sebuah kasus yang telah terjadi pada 7 tahun silam, di mana seseorang yang tingkat intelegensinya cukup tinggi dan motivasi untuk lanjut di Perguruan Tinggi tergolong tinggi. Namun kesanggupan ekonomi orang tuanya sangat menyayangkan. Tapi suatu perinsip yang tertanam pada diri pelaku tersebut (Ahmad Buheri), yaitu “banyak jalan menuju ke roma”.Perinsip ini dipegang kuat oleh Ahmad Buheri, sehingga ia pun memberanikan diri  mendapatar sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi terkemuka di Lombok Timur, yaitu STKIP HAMZANWADI SElLONG.Ia pun lulus, namun orang tuanya sulit menerima kenyataannya. Tapi karena kekuatan hati dari Ahmad Buheri untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi lagi, ia pun tetap mendaptar ulang sebagai mahasiswa dan bekerja di sebuah tempat poto copy sampai ia menyandang gelar sarjana. Alhamdulillah, ia pun kini telah bekerja di sebuah perbankan di wilayah Selong.

Terkait dengan masalah biaya kuliah dan kesanggupan ekonomi orang tua, Baiq Faridah yang kini sedang duduk di semester VII jurusan sosiologi STKIP HAMZANWADI SELONG, ia pun telah mengalami nasib yang hampir mirip dengan Ahmad Buheri. Bukannya orangtuanya tidak berusaha lagi untuk membiyai Baiq Faridah, akan tetapi dua orang adiknya yang kini telah menjadi mahasiswa juga. Ia pun sangat berpikir dan merasa kasian pada orang tuanya yang sibuk membanting tulang di sawah, akhirnya ia memutuskan untuk mencari nafkan sendiri dengan tujuan meringankan beban orang tuanya. Kini Baiq Faridah pada tiap malamnya berdagang “Ciloq” di Taman Tugu Selong. Alhamdulillah untuk biaya kost dan kehidupan sehari-harinya, Baiq Faridah tidak perlu lagi minta sama orang tuanya.

Apa yang kita bisa petik dari tulisan di atas, yaitu bahwa selama masih ada keinginan yang kuat, di situ ada jalan. Hanya saja perlu kita harus melakukan pendekatan yang kuat ke pada Tuhan agar selalu diberikan bimbingan atau ditunjukkan jalan demi mencapai suatu impian. [] - 05

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru