Ikan Laut di Air Tawar

Percaya tidak percaya, itu tergantung dari pemahaman dan keyakinan kita dalam menilai suatu obyek. Sesuatu yang dianggap tidak mungkin akan terjadi, namun bisa saja terjadi dalam alam nyata. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terbukti kalau mampu melawan berbagai ketentuan alam.

Pak haji Kamiluddin yang telah lama melanglang buana mencari penghidupan dan pengalaman hidup di berbagai tempat, hadir di tengah masyarakat Kelayu-Selong, Kabupaten Lombok Timur dalam membagi cerita dengan orang-orang yang datang memnghampirinya untuk berbincang-bincang tentang inspiratif kehidupan.

Salah satu cerita unik dari berbagai pengalaman hidupnya adalah sesuatu yang langkah tapi nyata. Sesuatu yang jarang dipikirkan oleh orang-orang pada umumnya, namun telah ada dalam kehidupan nyata.Pak Haji Kamiluddin yang berusia 67 tahun dan akrab dipanggil Pak haji, yang kesehariannya menjaga toko sembako milik pribadinya bersama dengan sang isteri tercinta, tak sungkam-sungkam bercerita panjang lebar tentang pengalaman hidupnya bila kita mendekatinya.

Dalam kesehariannya, Pak Haji memiliki penampilan sederhana dan bersikap ramah dan memiliki sifat keterbukaan pada setiap pelanggan. Sikap keramahan yang dimiliki, hingga membuat orang tak enggan untuk meluangkan waktu dalam berbagi pengalaman.

Kali ini, penulis hadirkan sebuah cerita unik dari pengalaman Pak Haji di saat masih muda, yaitu pengalaman memelihara ikan laut pada air tawar. Ia pun telah memelihara sejumlah ikan laut pada sebuah kolam besar yang sengaja dibuat di depan rumahnya. Ingin tahu cerita Pak Haji tentang proses adaptasi ikan laut di air tawar, berikut penulis akan membahasakannya.

Sebelum memasukkan sejumlah ikan laut dalam kolam, terlebih dahulu harus dibersihkan kolam tersebut, jangan ada za-zat yang bisa meracuni ikan-ikan tersebut nantinya. Periksa kolam atau bak yang besar, dan jangan sampai ada kebocoran, karena dengan kebocoran air tesebut, barang tentu air kolam akan berkurang atau mongering.

Selain itu, anda memasang aerator ke dasar kolam. Aerator adalah pompa untuk gelembung udara pada air. Pompa ini menyuplai oksigen ke dalam air yang ada di kolam dengan tujuan untuk meningkatkan oksigen yang terlarut dalam air. Jumlah aerator yang dipergunakan adalah disesuaikan volume air atau besar kolam.

Setelah aerator tadi sudah terpasang, barulah anda memasukkan air laut ke dalam kolam dengan mempergunakan ciregen atau alat lainnya. Air laut yang akan dimasukkan ke dalam kolam disesuaikan dengan ukuran kolam atau jumlah ikan yang akan dimasukkan atau dilepaskan ke dalam kolam. Setelah itu barulah anda melepaskan ikan laut ke dalam kolam itu dengan perlahan-lahan.

Pada hari pertama, biarkan ikan itu hidup dengan air laut yang ada di kolam tersebut. Hari ke dua, pergunakan timba atau gayung yang biasa dipakai untuk mandi dengan membuang air kolam sebanyak satu timba, lalu diganti dengan air tawar sebanyak satu timba pula. Pada hari ke tiga lakukan hal yang sama seperti pada hari ke dua dengan membuang air kolam satu timba dan mengganti dengan air tawar satu timba jua. Pada hari ke empat lakukan lagi hal yang sama. Pada hari selanjutnya dan seterusnya lakukan lagi hal yang sama sampai air kolam tersebut betul-betul memiliki rasa tawar. Pada kondisi air yang tawar berarti anda sudah bebas untuk memasukkan air tawar tanpa melalui perbandingan air yang yang harus dikeluarkan dengan air yang harus dimasukkan ke dalam kolam.

Agar ikan laut di air tawar tetap bisa hidup, anda tetap harus memberikan pakan kepada ikan-ikan yang ada di dalam kolam. Jenis makanan yang  ditaburkan di atas permukaan air kolam adalah jenis makanan yang biasa di makan oleh ikan komsuntif pada umumnya. Lebih bagusnya lagi kalau anda mencari pakan ikan di toko perikanan terdekat.

Bagi anda yang suka melakukan eksperimen dari hal yang tidak bisa menjadi bisa, silahkan melakukan uji coba seperti pengalaman dari seorang Pak Haji Kamiluddin, yang telah digambarkan di atas. Ataupun anda bisa menerapkan pada aquarium, dengan mengambil ikan hias yang ada di laut.    () - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru