Operasi Semut Sang Ketua OSIS

EROL, itulah sapaan akrabnya di sekolah yang pimpinnya sebagai seorang ketua OSIS. Sejak kepemimpinannya bersama beberapa sahabatnya sebagai pengurus OSIS, dia telah membuat warna berbeda di lingkungan SMP Negeri 3 Kopang. dari pengalamannya menjadi anggota OSIS sejak kelas VII (tujuh) membuatnya menyimpan banyak ide-ide baru yang mampu dia kemas menjadi sebuah program yang sangat menarik dan mampu membuat eksistensi OSIS dimata para siswa dan guru menjadi topik pembicaraan yang sangat positif, bahkan sampai berhembus dan menjadi perbincangan di sekolah-sekolah lain berkat bantuan jejaring sosial facebook.

Dari sekian banyak program unggulan yang di usung, salah satunya yang sangat menarik adalah “Program Operasi Semut Jam Ke Nol ”. Program ini merupakan program pembersihan lingkungan sekolah 40 menit sebelum bel jam pertama masuk kelas berbunyi. Program ini muncul karena adanya keinginan untuk membuktikan kepada para guru yang selama ini sering jengkel karena banyaknya sampah-sampah yang masih belum ditangani dengan baik oleh tukang kebun dan penjaga sekolah, disebabkan karena luasnya lingkungan SMPN 3 Kopang.

Dimulai dengan mengorganisir para pengurus inti OSIS dan MPK yang berjumlah 46 orang, dalam jangka waktu 20 menit yaitu dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 07.20 setiap pagi, mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan tertib dan tuntas membersihkan sampah-sampah dedaunan dan bekas jajanan siswa pada hari sebelumnya.

Setelah memanfaatkan potensi tenaga pengurus inti dan MPK dirasakan tidak ada kesulitan yang berarti, maka M.Khairul Fatihin (nama lengkapnya) mengambil inisiatif untuk mencoba mengajak teman-temannya para peserta didik yang senantiasa hadir si sekolah pada jam ke nol untuk ikut berpartisipasi dengan programnya. Alhasil para peserta didik menyambut dengan sangat antusias meskipun beberapa orang masih belum bisa mengikuti karena masih sering terlambat datang ke sekolah.

Dari pantauan pembina kesiswaan dan beberapa guru yang kami wawancarai, program ini dianggap program yang sangat luar biasa yang mampu membangun nilai-nilai karakter kebersamaan, ketekunan, tanggung jawab dan rasa empati terhadap lingkungan dan keluarga besar sekolah yang mereka tempati sebagai miniatur masyarakat, sehingga kedepan diharapkan akan mampu menciptakan generasi-generasi baru yang handal dan berbudaya di tengah-tengah masyarakat.(Re Hery in facebook) - 05

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru