logoblog

Cari

"Live In Village" Di Desa Wisata Masmas

Geliat Pariwisata, terutama di Lombok Tengah terus berkembang, terlebih setelah semua orang tau akan dibangunnya motor GP di Kute Mandalika, hampir

Ide Kreatif

KM Kaula
Oleh KM Kaula
04 Mei, 2019 06:52:18
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 2516 Kali

Geliat Pariwisata, terutama di Lombok Tengah terus berkembang, terlebih setelah semua orang tau akan dibangunnya motor GP di Kute Mandalika, hampir semua orang, semua destinasi, semua desa terus berbenah termasuk Desa Wisata Masmas. Semuanya terobsesi untuk menyongsong Motor GP yang ditarget akan mulai di gelar di Kute 2021, dengan perkiraan akan ada 150.000 wisatawan yang akan hadir setiap event. Sementara dalam satu tahun biasanya 4 kali sampai 6 kali event. Jadi kalau dalam satu kali event akan ada 150.000 maka jika dikali empat akan ada 600.000 kalau dikali 6 sama dengan 900.000 wisatawan dalam satu tahun, ditambah lagi dengan wisatawan lain yang  biasa berkunjung ke Lombok tanpa ada kaitan dengan GP.

Dalam kerangka berbenah untuk membuat Desa Masmas lebih bersih dan lebih indah sehingga akan lebih banyak orang tertarik untuk datang berkunjung, Maka kepala Desa Masmas yang memang berlatar pelaku wisata bahkan inisiator langsung untuk menjadikan masmas menjadi desa wisata, mengajak semua element untuk mengambil bagian sesuai dengan kafasitas masing-masing. Masyarakat yang dikawal dengan BKD dan pemdes mengadakan kegiatan pembersihan setiap hari jumat. Sementara dari luar, kades juga mengajak semua perguruan tinggi untuk ikut memberikan andil.

Diantara perguruan tinggi yang sudah menyatakan diri untuk ikut membangun dan menata desa masmas adalah UNHAMZ (Universitas Hamzanwadi Pancor), UIN Mataram, Unram dll. Pada kwartal ini universitas hamzanwadi mengirim 3 klas dari semester IV Mahasiswanya yaitu klas A,B dan C yang di bagi menjadi 6 kelompok. Ke enam kelompok ini, berdasarkan kesepakatan kades dan perwakilan kelompok, mereka di bagi di 3 lokasi dengan masing-masing lokasi 2 kelompok yaitu di dusun punikasih, gubug Sayur di Dusun Selusuh dan Dusun Senyiur. Tugas dari kelompok-kelompok ini adalah pembersihan dan penataan yang dimulai dari pembuatan gerbang, spot selfie dan pengecetan. Intinya adalah bagaimana mempercantik tempat itu supaya menarik.

Kepala Desa juga akan terus menjalin kerjasama dengan seluruh perguruan tinggi khususnya yang ada di NTB. Bentuk kerjasama yang akan ditawarkan oleh Pemdes adalah bagaimana perguruan-perguruan tinggi yang ada mengirim mahasiswa-mahasiswanya untuk berkegiatan di Masmas, baik PPL, KKN maupun program-program lainnya. Model yang akan ditawarkan adalah mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak ditempatkan di posko, tapi mereka di taruh di rumah-rumah warga, satu rumah max 2 orang. Dan langsung menjadikan tuan rumah sebagai orang tua asuh, mereka tidak perlu bawa bekal dari rumah tapi cukup mereka bayar makan sama tuan rumah sesuai kesepakatan per kali makan. Model ini diharapkan akan ada proses transfer knowledge selama mahasiswa tersebut tinggal di rumah warga tersebut, sehingga upaya-upaya penyadaran warga untuk hidup bersih, untuk tidak membuang sampah sembarangan, untuk tidak menggunakan plastic, untuk menyekolahkan anaknya bisa diwujudkan.

 

Baca Juga :


Model serupa juga akan ditawarkan ke semua instansi yang ada. Keutungan dari pola ini adalah akan ada simbiosis mutualisme dimana mahasiswa akan bisa melihat langsung kehidupan riel masyarakat sehingga dia akan tau persoalan-persoalan sosisal yang ada di masyarakat sehingga dia akan tau problem soulvingnya sementara di masyarakat sendiri mereka akan dapat uang hasil dari bayar makan mahasiswa dan sewa kamar, mereka akan dapat pengetahuan dan yang pasti kedua pihak akan mempunyai tambahan keluarga baru. Dan masih banyak lagi keuntungan-keuntungan lainnya. Model atau pola ini dikemas dalam istilah “Live In Village”



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan