logoblog

Cari

Sedotan Bambu, Produk Zero Waste Yang Mendunia

Sedotan Bambu, Produk Zero Waste Yang Mendunia

Selama ini kita hanya mengenal bambu digunakan untuk membuat furniture dan kerajinan tangan. Akan tetapi di tangan terampil warga karang sidemen

Ide Kreatif

Lulu walmarjan
Oleh Lulu walmarjan
25 April, 2019 13:51:04
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 6324 Kali

Selama ini kita hanya mengenal bambu digunakan untuk membuat furniture dan kerajinan tangan. Akan tetapi di tangan terampil warga karang sidemen dibawah naungan Kelompok Wanita Tani (KWT) Insan Mandiri, bambu mampu disulap menjadi sedotan, bahkan telah menembus pasar mancanegara. 

Beberapa negara tujuan ekspor sedotan bambu ini mulai dari negara Asia, Eropa, Amerika hingga Australia. Tak hanya lebih ramah lingkungan, sedotan bambu ini juga diminati karena terbuat dari bahan alami yang tidak menggunakan pewarna. 

"Selama ini yang kita tahu sedotan plastik hanya menimbulkan tumpukan sampah. Sementara kalau menggunakan sedotan bambu, bisa digunakan berulang kali. Selesai dipakai dicuci. Kalau sudah rusak baru diganti sedotan baru,"terang Atun selaku Sekretaris di KWT Insan Mandiri di Mataram, Rabu (24/04).

Untuk pemasaran ke beberapa negara, sedotan bambu yang telah dibuat, ditambahkan merk sesuai pesanan. Harga jual pun sangat ekonomis hanya berkisar Rp.2000 untuk sedotan biasa, jika ditambahkan merk maka dihargai Rp.4000. Ukuran sedotan pun beragam ada yang kecil, sedang hingga besar. 

"Biasanya untuk pengiriman ke luar negeri kita kerjasama dengan gumi bambu,"ujarnya.

Produksi sedotan bambu ini telah dimulai sejak setahun lalu. Bermula dari pencanangan pemerintah tentang program zero waste (bebas sampah)."Awalnya kita hanya produksi tempat tisu saja. Tapi setelah ada program zero waste kita mulai produksi sedotan bambu. Dan syukurnya peminat sedotan ini sudah merambah hingga luar negeri,"tambah Atun.

 

Baca Juga :


Sementara untuk bambu menggunakan bahan baku lokal yang didapat di pengepul. Bambu yang digunakan pun bukan sembarang bambu. Akan tetapi bambu khusus berukuran kecil yang biasa disebut bambu belok. Cara pembuatannya pun cukup sederhana. Bambu yang sudah dipotong kemudian dijemur lalu dicuci hingga bersih.

Atun bersama kelompoknya yang berjumlah 15 orang, bisa memproduksi hingga 1000 sedotan perhari. Dengan jumlah pengiriman ke luar negeri mencapai 10 ribu sedotan."Kalau omzet bisa mencapai jutaan rupiah. Karena kita ngirimnya juga bukan ke satu negara saja,"imbuhnya. 

Kedepannya ia berharap, makin banyak warga lokal yang berminat terhadap sedotan bambu tersebut. Karena selain bisa mengurangi produksi sampah plastik, juga mendukung program pemerintah yakni zero waste."Kalau sedotan bambu ini kan gampang terurai,"tutupnya. (Luk-tim media).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan