logoblog

Cari

Barter Sampah Dengan Sembako

Barter Sampah Dengan Sembako

Berbagai metode dilakukan oleh bank sampah untuk dapat melestarikan lingkungan dan mengumpulkan berbagai sampah agar pengurangan sampah plastik yang tersebar dapat

Ide Kreatif

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
02 April, 2019 07:34:20
Ide Kreatif
Komentar: 1
Dibaca: 2329 Kali

Berbagai metode dilakukan oleh Bank Sampah untuk dapat melestarikan lingkungan dan mengumpulkan berbagai sampah agar pengurangan sampah plastik yang tersebar dapat diminimalisir. Salah satu Bank Sampah yakni Rumah Kreasi yang telah tergabung dengan Asosiasi Bank Sampah Lombok Timur menerapkan metode barter hasil kreasi sampah belum jadi dengan sembako. 

Rumah kreasi berada di Desa Kesik Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur dan beranggota lebih dari 50 orang. Selain sistem barter rumah kreasi menerapkan sistem mandiri, masyarakat mengumpulkan sampah plastik kemudian mengerjakan kreasi dirumah masing - masing, hasil kreasi yang rampung 60% dapat dikumpulkan di Rumah Kreasi.

Ibu Husni Hari atau biasa dipanggil Ibu Lin sebagai salah satu pendiri rumah kreasi mengaku bahwa tidak pernah memberi target dan hasilnya dapat dibarter dengan sembako. "Kita sistemnya barter, jadi yang datang membawa kreasi yang baru jadi 50 atau 60 % dari sampah nanti bisa di tukar dengan yang ada di toko sembako yang telah kami siapkan" tuturnya di stand Seminar Nasional dan Lokakarya Sirkular Ekonomi Pengelolaan Sampah, Rabu (27/03).

Selain itu Ibu Lin juga telah memberikan pelatihan kepada warga sekitar untuk dapat membuat kreasi agar waktu yang dimiliki tidak terbuang begitu saja. " Banyak ibu - ibu yang cuma cari kutu, namun sekarang mereka lebih produktif dengan membuat kreasi dari sampah dan tentu dapat membantu pengeluaran" jelasnya.

 

Baca Juga :


Kisaran harga kreasi yang sudah jadi dan siap di pasarkan mulai dari Rp. 5000 sampai dengan Rp. 250.000 berbagai kreasi mulai dari bros, gantungan kunci, tas besar dan lain - lain. Pelanggan yang memesan sudah sampai keluar negeri, ada dari Belanda, Jepang dan Jerman. "Alhamdulillah pemasaran ada yang pesan dari luar negri, dan yang banyak pesan itu tas besar" tuturnya. 

Harapan Ibu Lin kedepan agar dapat terus memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh warga khsusnya di pelosok - pelosok. "Harapan saya agar bisa mengajarkan sampai ke pelosok sampai ibu - ibu dan remaja puteri ikut membuat kerajinan dan saya akan lebih giat lagi untuk terus belajar berkreasi" tutupnya. (ely - Tim media)



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    03 April, 2019

    metode ini udah lama di LOmbok...Tanjung Luar


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan