logoblog

Cari

Tutup Iklan

“JAHIT RUMAH” Ala Kades Meninting

“JAHIT RUMAH” Ala Kades Meninting

Meninting – KM. Tak mau berlama-lama melihat tembok rumahnya menganga, Kades Meninting H. Iskandar berinisiatif “menjahit sendiri” tembok tersebut. Jahitannya tentu

Ide Kreatif

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
04 September, 2018 12:44:07
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 2737 Kali

Meninting – KM. Tak mau berlama-lama melihat tembok rumahnya menganga, Kades Meninting H. Iskandar berinisiatif “menjahit sendiri” tembok tersebut. Jahitannya tentu bukan pakai jarum benang, melainkan pakai besi beton seukuran 3 jengkal. Cara ini lumayan efektif untuk memperbaiki rumah rusak ringan. Kriteria tembok yang bisa dijahit adalah yang sekedar menganga dan tidak sampai goyang, tentunya.

“Kita perbaiki sendiri saja dulu dengan apa yang ada. Insya Allah cara ini kuat kalau sekedar tembok menganga yang masuk katagori rusak ringan dan sedang,” ujar Kades H. Iskandar.

Dijelaskan lagi, untuk perbaikan semacam ini tidak membutuhkan biaya banyak. Untuk kerusakan di rumahnya saja yang menganga lebih dari 2 meter, hanya butuh besi beton ukuran 6 sebanyak kurang dari setengah lonjor. Selain itu butuh semen juga tentunya. “Semennya ndak banyak, sekitar setengah zak. Jadi dah,” ujar pria berjanggut ini.

Secara gamblang ia menjelaskan cara menjahit tembok rumah ini. Pertama, jelasnya, bagian kiri kanan yang menganga ini dibor dulu. Ukurannya sekitar sejengkal di kiri, sejengkal di kanan. Jumlah yang dibor menyesuaikan dengan ukuran tembok yang menganga. Makin banyak makin bagus. Kedua, lanjutnya, antara lubang kiri dan kanan dikaitkan dengan besi beton yang sudah dibengkokkan berbentuk letter U. Agar besi beton tidak nampak, maka ada baiknya dicocor temboknya yang akan dilalui oleh besi beton tersebut. Besi beton ini nantinya berada di dalam tembok dan setelah itu ditutup oleh plesteran agar tidak nampak.

H. Iskandar tidak sekedar berteori. Ia mencontohkan hal ini di rumahnya sendiri. Rumahnya ia jahit sendiri, lalu iapun menempati rumahnya itu lagi alias tidak mengungsi lagi di bawah tenda biru. Cara menjahit yang ia dapat dari youtube ini kemudian ia upload di facebook dan youtube lagi. Harapannya agar bisa ditiru oleh warga lainnya yang mengalami kerusakan serupa.

Khusus kepada warga Desa Meninting yang rumahnya mengalami rusak serupa, ia menghimbau untuk memperbaiki dengan metode ini. Sebab kalau menunggu dana dari pemerintah, tentu akan lama. Lebih-lebih lagi pemerintah tentu akan memprioritaskan yang rusak berat.

“Bagi yang gupoh (ingin cepat,red), ayo pakai cara ini. Kami dari pihak desa akan siapkan materialnya,” ujarnya.

Dengan cara ini, lanjut H. Iskandar, warga yang rumahnya rusak ringan dan kini berada di pengungsian, akhirnya berani pulang dan menempati rumahnya lagi. Kalau sebagian sudah berani pulang, maka tugas pihak desa bisa lebih ringan. “Kita tinggal menjaga pengungsi yang memang tidak bisa pulang karena rumahnya rusak berat,” lanjutnya.

 

Baca Juga :


Dalam waktu dekat ini Kades H. Iskandar akan segera menyasar semua rumah-rumah yang rusak ringan di Meninting. Prinsipnya, apa yang bisa diraih, akan diraih. Rumah-rumah yang masih “agak sehat” akan ditangani dulu dengan dana yang ada di desa. Kalau ini tidak segera dilakukan, ia khawatir rumah yang sebenarnya masih agak sehat, nantinya akan ikut-ikutan jadi “sakit”. Adapun tukang jahit rumah ini, Iskandar akan

memberdayakan tukang setempat.

“Kan di tiap kampung banyak yang bisa jadi tukang. Nanti mereka kita suruh kerjakan dan dikasih ongkos. Ongkosnya, ya, setengah beramal lah,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk di Desa Meninting saja laporan rumah rusak yang masuk mencapai 650 rumah. Kerusakannya bervariasi dari ringan, sedang , dan berat. “Semua laporan ini kami akomodir. Tapi nanti yang lolos verifikasi saya tidak tahu, karena bukan kami yang menentukan,” ujar H. Iskandar.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan menganggarkan dana untuk perbaikan rumah, baik dari anggaran perubahan tahun ini maupun murni tahun depan. Hanya saja dalam penganggaran ini, ia akan akan anggarkan dengan tepat dan sehati-hati mungkin. “Karena ini kan menyangkut pertanggungjawaban,” pungkasnya.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan