logoblog

Cari

Batok Kelapa Tembus Pasar Luar Negeri

Batok Kelapa Tembus Pasar Luar Negeri

Dari pada menjadi sampah mendingan jadi rupiah. Seperti itulah perinsip warga sebuah kampung wisata di Lombok Utara yang kini meraih keuntungan

Ide Kreatif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
05 Juni, 2018 20:22:45
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 59194 Kali

Dari pada menjadi sampah mendingan jadi rupiah. Seperti itulah perinsip warga sebuah kampung wisata di Lombok Utara yang kini meraih keuntungan lewat olahan sampah berupa batok kelapa menjadi karya seni yang bisa menghasilkan rupiah.

Terkenang pada masa di Sekolah Dasar, lebih dari dua orang pengarajin batok kelapa di Lombok Utara bertutur bahwa pernah mendapat pelajaran keterampilan tentang pemanfaatan limbah di lingkungan sekitar. Pada saat itu, guru keterampilan mereka mengajarkan cara membuat karya seni dari batok kelapa. Pasalnya, di kampungnya, yaitu Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Ampenan, Lombok Utara  banyak sekali batok kelapa yang tergeletak di lahan perkebunan kelapa.

Berkat pengalaman keterampilan membuat kerajinan batok kelapa di sekolah, beberapa warga di Gili Air mencoba mengayungkan langkah di dunia seni kerajinan demi untuk mengais rezeki. Selain karena didukung oleh sumber daya alam (batok kelapa), mereka pun dapat memasarkan di kampungnya sendiri yang secara kebetulan menjadi kampung wisata dan cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara.

Udin, salah seorang pengrajin seni batok kelapa di Gili Air mengatakan bahwa “Gili Air adalah salah satu kawasan wisata bahari yang cukup ramai dikunjungi oleh pelancong luar negeri, olehnya itu melalui kampung kami sebagai kampung wisata, kami mencoba kembangkan karya seni dengan mensinergiskan antara sumber daya alam dengan lokasi yang strategis untuk pemasaran. Artinya, Gili Air memiliki kebun kelapa yang cukup luas. Ada banyak batok kelapa yang tergeletak di areal perkebunan kelapa. Dari pada menjadi sampah , kami warga di sini mencoba kembangkan untuk menjadi karya seni yang bernilai rupiah.” Perinsip inilah yang mengawali langkah karier dari beberapa warga Gili Air sehingga sukses dalam menjalankan profesinya sebagai pengrajin seni batok kelapa di sebuah kampung wisata Lombok Utara.

Seperti yang pernah dialami oleh pengusaha lain, para pengrajin seni batok kelapa di kampung wisata ini megakui kalau usaha kerajinan yang tengah digelutinya berangkat dari yang kecil. Namun atas perjuangan mereka mengintai kebutuhan para wisatawan manca negara, mereka pun berusaha untuk menselaraskan hasil karyanya dengan keinginan para peminat sehingga usahan merekapun semakin mengalami peningkatan.

Tak dirasa waktu telah berjalan, usaha kerajinan daur seni di kampung wisata Gili Air semakin lancar. Seperti yang dirasakan oleh Udin, bahwa permintaan stok atau barang dari berbagai pihak semakin meningkat. Ia pun akhirnya semakin disibukkan oleh berbagai toko seni, baik yang ada di wilayah kampungnya, dusun wisata lain seperti Gili Trawangan, Gili Menu dan juga yang ada kitaran Kota Mataram. Selain itu, ia pun juga tak tertinggal untuk menyediakan aneka rupa bentuk kerajinan batok kelapa kepada para wisatwan manca ngara yang selalu berkunjung di kampung halamannya.

 

Baca Juga :


Suatu hal yang paling membahagiakan para pengrajin seni batok kelapa Gili Air adalah karena hasil karya mereka banyak dikenal dan digemari oleh wisatawan asing. Bahkan, orang luar negeri pun sering memesan barang berupa kerajinan batok kelapa di kampung wisata ini.

Dalam pengembangannya, warga pengrajin Gili Air memadukan hasil kerajianan batok kelapa dengan anyaman ketak berupa tempat buah, piring, mangkok, talam, dan lain-lain. Pesona khas kerajinan inilah merupakan salah satu yang membuat para wisatawan mancanegara jatuh cinta di kampung wisata ini.

Dari pengamatan yang ada, Udin menilai bahwa tingkat pengunjung seni kerajinan di Gili Air selalu mengalami kenaikan. Olehnya itu, beberapa pengarajin di kampung wisata ini membuka artshop, termasuk Udin yang justru mengembangkan artshop kerajinan di dua tempat.

 "Awalnya sih saya hanya punya satu toko seni di kampung ini, tapi karena terlalu banyak permintaan, khususnya batok kelapa, ya terpaksa saya buka lagi satu artshop. Karyawan saya juga terpaksa bertambah untuk memproduksi barang yang banyak," ucap Udin sembari mengarahkan pandangan ke dalam toko seninya.

Menurut Udin bahwa peningkatan produksi barang berupa kerajinan batok kelapa di Gili Air sangat dipengaruhi oleh pengiriman ke berbagai Negara. “Warga pengrajin kelapa batok di sini banyak mengirim barangnya ke negara-negara luar, seperti Swiss, Perancis, dan Italia, “ ucap Udin menjelaskan.

"Saya pernah mengirim lebih dari 1.000 item kerajinan ke Swiss, termasuk hasil dari kerajinan batok kelapa dalam berbagai jenis," ucap Udin yang berusaha membuktikan bahwa pengrajin kelapa batok di kampungnya cukup antusias dalam memberikan pelayanan terbaik kepada negara lain.

Dari gambaran singkat di atas dapat dibahasakan bahwa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dapat dilakukan dengan mensinergiskan beberapa komponen yang ada. Dalam hal ini, di Gili Air, terdapat lahan kelapa yang cukup luas, yang mana dapat menghasilkan batok kelapa yang pada akhirnya dianggap sampah belaka. Namun, berkat pengalaman dan pemikiran sumber daya manusia di kampung ini mencoba mengangkat derajat sampah tersebut, yaitu dirubah menjadi karya seni, akhirnya pun memiliki nilai rupiah dan menjadi pendobrak ekonomi masyarakat di jalur wisata hingga ke pasar luar negeri.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan