logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menulis Sosok Penting di Sekitar Kita

Menulis Sosok Penting di Sekitar Kita

Kelas Menulis Hidayatuddarain (KMH) sudah berlangsung 4 kali pertemuan. Selama 4 kali pertemuan kita sudah membahas dan praktek membuat peta pikiran

Ide Kreatif

KM HIDAYATUDDARAIN
Oleh KM HIDAYATUDDARAIN
16 Oktober, 2017 12:56:50
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 8250 Kali

Kelas Menulis Hidayatuddarain (KMH) sudah berlangsung 4 kali pertemuan. Selama 4 kali pertemuan kami sudah membahas dan praktik membuat peta pikiran (mind map). Praktek membuat mind map ini diperlukan untuk membantu peserta kelas menulis sehingga terbiasa mengeluarkan dan memetakan ide-ide bebas dan kreatifnya dalam bentuk tulisan.

Kita semua percaya, semua orang memiliki ide untuk dikembangkan dan diwujudkan. Sebagian besar dari kita hanya sampai mengucapkan atau menyampaikan kepada orang lain. Tidak banyak orang bisa mengembangkan dan mewujudkan dalam bentuk nyata. Demikian juga, tidak banyak orang yang mau menguraikan dalam bentuk tulisan. Mind Map yang digagas oleh Tony Buzan, seorang pendidik dan pembelajar adalah alat yang membantu kita mengeluarkan pikiran dan ide-ide bebas kita.

Setelah itu kami juga belajar menulis bebas (free writing). Salah satu qaidah dalam menulis bebas itu menggunakan akronim BARU (Bayangkan, Alirkan, Rumuskan dan Ujudkan). Bahwa menulis itu sangat mudah, hanya membayangkan, mengalirkan, merumuskan dan mewujudkan dalam bentuk tulisan. Akronim ini dipopulerkan oleh seorang penulis produktif dari Penerbit Mizan, Hernowo Hasim.  

Setelah itu, kami lalu coba mempraktik menulis bebas dengan tema hoby dan mimpinya. Masing-masing menyampaikan hoby dan mimpinya 5-10 tahun yang akan datang menggunakan gaya bercerita, bertutur yang disebut menulis mengunakan pendekatan personal. Selain gaya bercerita, menulis bebas juga menggunakan aku atau saya dalam tulisan. Jadi menulis layaknya bercerita, mendogeng atau curhat kepada seseorang.  

Pada pertemuan ini, kami membahas kembali berbagai kendala dan masalah yang di hadapi ketika menulis. Bukankah problem dan tantangan dasar belajar menulis itu sama semua orang yang belajar pertama menulis. Baik tingkatan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA atau perguruan tinggi.

Selanjutnya, sebagai praktik, kami belajar menulis sosok, figur atau orang. Syarat orang yang dipilih untuk ditulis sebagai sosok, punya keunikan, kelebihan, kita kenal dan ada sesuatu yang membuat kita terkesan. Orang yang bisa dipilih menjadi sosok bisa orang tua, sahabat, guru atau saudara.

 

Baca Juga :


Bukankah disekeliling kita banyak sekali orang-orang penting. Orang-orang yang bagi orang lain tidak penting namun bagi kita mereka adalah sosok yang paling penting. Mereka bukan saja bagian dari kita, tapi juga bagian dari dunia. Menulis mereka, betapa pun sederhananya salah satu cara kita memberikan penghormatan, penghargaan dan takzim kepada mereka.

Tentu banyak orang membuat kita terkesan yang kita temui sehari-hari, menulis mereka adalah salah satu cara menggungkapkan dan membagikannya kepada orang lain. Itu akan menjadi cerita yang berharga dikemudian hari. Siapa tahu anda akan dijadikan ‘obyek’ untuk dijadikan sosok dalam tulisan-tulisan mereka nanti. Hasil praktik menulis mereka bukan hanya di baca di depan teman-teman mereka, juga akan diterbitkan minimal melalui media sosial.

Dan tugas membuat tulisan sosok itu mereka dikumpulkan minggu depan. Kita tunggu, siapa-siapakah yang akan mereka tulis. Siapakah yang akan menjadi objek tulisan mereka. Kita tunggu saja tulisan mereka minggu depan. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan