logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ubi Jalar Berdaun Kangkung

Ubi Jalar Berdaun Kangkung

Tidak semua jenis kangkung dapat dimakan. Salah satu jenis kangkung yang tidak disenangi oleh masyarakat Kelayu, Lombok Timur adalah jenis kangkung

Ide Kreatif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
17 November, 2015 20:29:04
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 22482 Kali

Tidak semua jenis kangkung dapat dimakan. Salah satu jenis kangkung yang tidak disenangi oleh masyarakat Kelayu, Lombok Timur adalah jenis kangkung yang dapat tumbuh di darat dengan memiliki batang yang keras. Menurut orang sasak, kangkung ini dinamakan kangkung jawa, namun sebagian orang menamakan kangkung pagar karena banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai pagar. Daunnya tergolong lebar, namun memiliki getah yang cukup pahit. Batangnya pun menyerupai batang ubi jalar dan berongga. Hanya bedanya, pada batang kangkung jawa berdiri tegak lurus di atas permukaan tanah dan memilki juga tangkai, sementara batang ubi jalar hanya mampu menjalar di atas permukaan tanah.

Kangkung jawa juga memilki akar seperti ubi jalar, yaitu akar tunggang, namun memilki cabang-cabang yang sangat kecil. Jenis kangkung ini juga dapat mencapai ketinggian sampai tiga meter. Ia pun juga menghasilkan bunga yang bentuknya kecil dan berwarna ungu keputihan.

Pada masyarakat Kelayu, biasanya mereka memanfaatkan jenis tumbuhan ini sebagai pagar untuk kebun, karena daun beserta tengkainya termasuk rimbun, serta mudah untuk tumbuh secara liar. Selain itu, masyarakat Kelayu juga sering memanfaatkannya sebagai makanan ternak, seperti makanan untuk kambing dan kelinci.

Adanya kesamaan pada bagian batang yang dimilki oleh kedua jenis tumbuhan ini, yakni kangkung jawa dan ubi jalar, sehingga beberapa warga masyarakat yang ada di Kelayu Selong mengembangkan daya kreatifitasnyanya untuk melakukan system sambung pada ke dua jenis tumbuhan tersebut.

H. kamil asal Kelayu mengatakan bahwa penyatuan antara pohon kangkung jawa dengan ubi jalar dapat dilakukan dengan system sambung, sehingga dapat menghasilkanun kangkung.

Ia pun juga mengatakan bahwa dalam melakukan system sambung pada ke dua pohon tersebut, yakni harus memilih ukuran batang yang sama pada ke dua pohon tersebut. Dalam arti bahwa batang kangkung jawa yang akan dipilih harus memilki kesamaan ukuran dengan batang ubi jalar. Akan tetapi yang harus berada pada posisi atas adaalah kangkung jawa, sebab kangkung jawa dapat tumbuh bebas ke arah atas udara.  Begitupun juga pada ubi jalar, karena hanya mampu menjalar pada permukaan tanah, sehingga ubi jalar memilki posisi bawah dalam system sambung tersebut.

Ubi jalar yang kita pahami adalah memilki akar tunggang yang dikelilingi akar-akar kecil, sehingga dalam system sambung ini akan membesar sebagai isi dari pohon sambungan ini. Itulah sebabnya ubu jalar harus berada pada posisi bawah dalam system penyambungan ini.

Langkah-langkah penyambungan pohon kangkung jawa dengan ubi jalar adalah sangat mudah. Seperti yang digambarkan sebelumnya bahwa pilihlah batang kangkung jawa dan batang ubi jalar yang memilki yang berukuran besar. Usahakan kedua batang pilihan tersebut memiliki ukuran besar yang sama agar mudah terjadi penyambungan atau penyatuan.

Disaat anda menemukan batang kangkung jawa, anda dapat memotongnya, lalu sebagian daunnya ditanggalkan agar mudah dalam proses pertumbuhan nantinya. Kemudian pergunakan pisau tajam untuk mengupas kulit luar dari batang kangkung jawa tersebut yaitu tepatnya pada pangkal batang yang telah dipotong, serta meruncinkan pada kedua sisinya yaitu sisi kanan dan kiri.

 

Baca Juga :


Pada batang ubi jalar yang anda sudah temukan , anda juga harus memotong bagian atasnya. Usahakan batang yang dekat dengan akarnya menjadi tempat pemotongan, dan jangan sampai dicabut sebab pohon ubi jalar inilah nanti yang akan menjadi pondasi dan juga sebagai sumber kekuatan dari dalam tanah terhadap proses pertumbuhan nantinya.

Setelah itu, anda harus melakukan pembelahan (belah dua) pada ujung batang ubi jalar. Lalu kemudian anda harus memasukkan pangkal potongan batang kangkung jawa ke dalam belahan itu (selah). Usahkan antara daging batang kangkung jawa dan daging batang ubi jalar bersentuhan, agar zat-zat yang berfungsi untuk menyatukan sambungan itu dapat terproses dengan cepat dan sempurnah. Barulah anda akan mengikatnya dengan tali rapiah dengan kuat. Jangan sampai udara akan masuk, karena dengan masuknyanya udara pada bagian sambungan tersebut akan mudah terserang oleh bakteri sehingga terjadi kerusakan.

 Untuk lebih amannya, yaitu setelah diikat dengan tapi rapiah anda membungkusnya dengan plastik, yang kemudian pada kedua ujung plastik tersebut diikat lagi dengan tali rapiah.

Agar terjadi proses pertumbuhan yang baik pada system sambungan ini, anda dapat melakukan penyiram air pada batang ubi jalar tersebut, yaitu cukup dua kali dalam sehari (pagi dan sore).

Selang beberapa hari kemudian, yaitu sekitar dua minggu anda bisa mengontrol bagian batang yang telah disambung. Jika sudah memilki tunas daun berarti system penyambungan anda sudah berhasil. Namun anda jangan cepat untuk membuka ikatan plastik yang menempel pada sambungan tersebut karena kekuatan sambungan belum maksimal. Biarkan pucuk daun tersebut akan tumbuh sampai melebar, bahkan sampai memiilki ranting atau cabang, barulah anda bisa membuka platik pembungkusnya.

Untuk melihat keberhasilan anda lewat system sambung pada kedua jenis pohon tersebut, anda bisa menungguhnya sampai 3 atau 4 bulan. Pada usia 3 atau 4 bulan ini anda dapat menyaksikan pohon kangkung jawa berisi ubi jalar. () -01

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan