logoblog

Cari

Tutup Iklan

"Nasi Tire" Tradisi Makanan Lungkak

Tire merupakan salah satu jenis binatang laut yang hidup di kawasan perairan dangkal. Bentuk Tire menyerupai bola tennis yang bulat dan

Ide Kreatif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
14 November, 2015 20:32:14
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 8873 Kali

Tire merupakan salah satu jenis binatang laut yang hidup di kawasan perairan dangkal. Bentuk Tire menyerupai bola tennis yang bulat dan berwarna agak kecoklatan. Tire juga memilki duri tajam yang menyerupai hewan laut yang bernama bulu babi. Tapi ketajaman duri-duri yang berselimut pada bagian kulit dari binatang ini memilki daging yang kandungan gizinya sangat tinggi. Rasa daging yang terkandung di dalam binatang berbentuk bola ini sangat lezat dan manis.

Pada masyarakat nelayan yang hidup di pesisir Pantai Lungkak-Tanjung Luar, Kecamatan Kruak, Lombok Timur, tat kala menemukan binatang yang berduri ini, ia pun menangkapnya dengan penuh kehati-hatian, yang lalu kemudian dihilangkan durinya dan dibelah dua untuk menemukan isi atau dagingnya hingga dimakan dengan mentah.

Untuk menemukan binatang laut yang bernama Tire ini, nelayan Lungkak biasanya mencari di dalam air (kawasan perairan dangkal). Mereka pun menangkapnya dengan memepergunakan jaring yang berbentuk kerucut (jaring timba) agar tidak terkena oleh duri atau bulu tajam yang tumbuh pada bagian kulitnya. Begitupun juga karena binatang ini terkadang merapatkan tubuh pada batu besar atau dasar laut yang dangkal, sehingga butuh waktu untuk menyelam ketika ingin menangkapnya.

Masyarakat pesisir yang ada di Lungkak-Tanjung Luar, khususnya bagi kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga, tak jarang memakan secara mentah jenis binatang yang satu ini.Mereka memiliki daya kreatifitas sendiri untuk dijadikan sebagai sayur, ataupun sebagai lauk-pauk. Terkadang mereka mengolahnya dalam bentuk tumis dengan berbagai rempah-rempah atau bumbu kesukaannya. Selain itu, mereka juga membuatnya dalam  bentuk “pepes” dengan sistem pemanggangan di atas bara api.

Suatu pengolahan Tire yang yang cukup tradisional pada kalangan ibu-ibu yang ada di Lungkak, yaitu dengan system  pengukusan pada panci. Namun pada sistem pengukusan ini, para ibu-ibu lebih awal memasukkan beras ketan ke dalam tubuh dari hewan yang berbentuk bulat ini.

Sistem pengukusan yang tepat pada Tire ini, Ibu Zubaidah (warga Lungkak-Tangjung Luar) telah menceritakan secara mendetail kepada penulis. Berikut akan dijelaskan.

Di saat Tire telah diambil dari dalam laut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghilangkan seluruh bulu tajam atau duri yang melekat pada bagian tubuh dari hewan yang berbentuk bola ini. Caranya adalah dengan mempergunakan papan tipis atau triplek yang lalu kemudian dipukul-pukul duri-duri tersebut secara perlahan.

Setelah duri-duri yang menempel pada Tire ini sudah memendek atau ketajamannya sudah hilang, lakukan lagi penggosokan pada sisa-sisa duri yang masih melekat pada tubuhnya sampai betul-betul halus.

 

Baca Juga :


Selanjutnya adalah memberi lubang kecil pada bagian permukaan (atas) pada Tire ini. Kemudian masukkan beras ketan yang sudah dibersihkan dengan air serta pergunakanlah sendok kecil sambil mendorong dengan telunjuk jari atau pangkal sendok ke bagian dalam pada Tire ini. Biarkan beras ketan yang ada di dalam tubuh binatang ini bercampur aduk dengan daging hewan laut yang tergolong lunak ini. Untuk mendapatkan cita rasa yang paling enak, anda dapat menambahkan sedikit garam.

Agar proses pengukusan Tire yang berisi beras ketan ini tidak meluap dan supaya cepat matang, tutup atau lapisi lubang kecil tadi dengan daun pisang atau daun pandang wangi dengan rapi. Setelah itu barulah anda memasukkan ke dalam panci pengukusan di atas nyala api.

Durasi waktu yang dipergunakan dalam proses pengukusan Tire ini yang berisi beras ketan adalah sama ketika menanak nasi beras ketan. Kalau pun kukusan Tire tersebut sudah matan dalam panci, silahkan diangkat atau dipindahkan di tempat lain, dan anda telah berhasil membuat “Nasi Tire”.

Untuk penyajiannya, anda harus menunggu “Nasi Tire” ini sampai dingin. Setelah itu barulah bisa dipotong atau dibelah dua seperti membelah telur asin dengan mempergunakan pisau yang cukup tajam.Berarti pula siap untuk disajikan. [] - 05

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan