logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bertani Di Lahan Tebing

Bertani Di Lahan Tebing

Lahan tebing dapat berupa  tanah yang memiliki posisi miring, yang mana biasanya dijumpai pada lereng pegunungan atau dataran yang tinggi. Di

Ide Kreatif

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
06 November, 2015 21:24:24
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 6098 Kali

Lahan tebing dapat berupa  tanah yang memiliki posisi miring, yang mana biasanya dijumpai pada lereng pegunungan atau dataran yang tinggi. Di pulau Jawa, jenis lahan tebing ini banyak dimanfaatkan sebagai areal persawahan atau perkebunan dengan aliran air yang bersumber dari pegunungan itu sendiri. Model pertanian dengan memanfaatkan lahan yang bertebing ini sangat menarik perhatian bagi pencinta keindahan, sehingga sektor lain seperti pariwisata menjadikan lokasi pertanian tersebut sebagai desa pariwisata.

Lombok sebagai salah satu pulau pariwisata yang terletak di NTB. Lombok  juga memilki banyak lahan yang berbentuk tebing, baik tebing bertanah subur maupun dengan tanah tebing yang kurang subur nan bercampur bebatuan. Hal ini juga dapat dipahami bahwa selain Lombok memilki banyak pegunungan, juga dataran tinggi atau pebukitan pun turut mewarnai kondisi gegrafis di pulau yang terkenal dengan gunung rinjaninya.

Salah satu lahan pertanian yang berbentuk tebing di pulau Lombok adalah di salah satu desa yang ada di kecamatan Sakra Timur, yaitu desa Greneng. Sebuah dataran tinggi yang di puncaknya terbentuk sebuah jalan raya yang berliku, namun pada bagian tebingnya masyarakat membangunnnya sebagai lahan persawahan. Strukur tanahnya pun tergolong keras, tapi dengan berbagai upaya, sang pemilik lahan memanfaatkannya sebagai areal persawahan, sehingga dari pandangan mata jika kita berada di puncak jalan raya terkesan tertata rapi, indah dan sejuk.

Abdul Majid (47 tahun) adalah seorang warga penduduk desa Greneng, yang sekaligus sebagai pemilik lahan di salah satu tebing  yang ada di desa tersebut, dan ia pun  menuturkan bahwa pada mulanya lahan tebing tersebut hanya dibiarkan untuk ditumbuhi rumput ilalang pada musim hujan dan pada musim kemarau tebing itu kelihatan tandus dan gersang.

Tapi seorang Abdul Majid tidak memilki lahan pertanian lain, akhirnya ia pun membangun lahan tebing yang bermuara di sebuah sungai kecil dan memilki luas sekitar 50 are untuk dijadikan sebagai petakan-petakan sawah. Atas dasar kondisi geografis lahan ini yang sangat miring, setiap petakan sawah memilki luas yang berbeda-beda.Petakan paling atas pun juga berbeda-beda, karena harus mengikuti bentuk dan  posisi tanah.

Pada lereng paling atas dari areal persawahan ini terdapat beberapa petakan yang berukuran 2 X 3 meter persegi. Pada petakan bagian lain ditemukan beberapa petakan yang berukuran 4 X 6 meter persegi, 2 X 5 meter prsegi, dan paling luas adalah dengan ukuran yaitu 3 X 10 meter persegi.

Sistem pengairan yang dilakukan oleh Abdul Majid adalah dengan memanfaatkan irigasi yang mengalir dari areal persawahan yang ada di bukit sebelah. Hanya saja areal persawahan yang ada di bukit sebelah dengan areal persawahan milik Abdul Majid dibatasi oleh jalan raya yang berupa aspal, sehingga ia pun terpaksa membuat saluran air di bawah jalan raya tersebut.

 

Baca Juga :


Bicara tentang kondisi tanah yang kurang subur, Abdul Majid mempergunakan pupuk kandang yaitu berupa kotoran sapi dan kuda yang diolah  sendiri sampai dikemas ke dalam beberapa karung plastik. Walaupun dengan sistem persawahan yang sifatnya masih tradisional, termasuk masih mempergunakan hewan (sapi) untuk membajak sawah, ia pun mampu meraih hasil panen padi yang lumayan bagus. Hal ini tentu sangat membantu untuk menghidupi keluarganya. Namun saja, hasil tanaman yang berupa padi hanya untuk diomsusmsi sendiri . Untuk pemenuhan kebutuhan lain atau kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya sekolah anaknya, ia pun mengambil keuntungan dari tanaman palawija, seperti tanaman sayur, cabe, dan kedelei, tomat.dan kol.

Selain itu, Abdul Majid dalam meningkatkan ekonomi keluarganya, ia pun rajin menanam sayuran di tepi pematang sawah. Mengingat areal persawahan milik Abdul majid memilki pematang yang cukup banyak. Untuk proses pertumbuhan tanaman yang ada di tepi pematang ini, ia pun tidak mengkaitkan dengan musim padi atau musim palawija. Begitu pun juga dengan musim waktu, yaitu musim hujan dan musim kemarau, ia pun tidak menjadikannya sebuah kendala karena ia dapat mengambil air dari sungai yang terletak di muara sawahnya.

Lombok juga sangat terkenal dengan hasil tembakau virginianya. Sebagai petani yang ulung di sawah, Abdul Majid juga sekali-kali melakukan penanaman tembakau pada lahan tebingnya yang terletak di tepi jalan raya ini. Ia pun mengakui bahwa ketika musim panen tembakau telah tiba, ia mampu meraih keuntungan yang luar baiasa, sehingga ia pun mampu membeli barang-barang yang mewah walau pun luas tanahnya hanya berkisar 50 are.

Terkait dengan gambaran di atas, disampaikan pula bahwa ada banyak lahan tebing yang masih kosong dan dibiarkan terlantar. Hanya rumput ilalang yang menyelimutinya pada musim hujan dan nuansa ketandusan yang yang muncul ketika musim kemarau telah tiba. Pada hal kalau dipikir, lahan seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan atau dihijaukan dalam bentuk persawahan atau perkebunan. Selain itu, dengan pemanfaat lahan tebing yang masih kosong tersebut, barang tentu dapat memberi penataan lingkungan yang hijau, sejuk dan indah. [] - 05

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan