logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lapangan Sepak Bola Jadi Tempat Mancing

Lapangan Sepak Bola Jadi Tempat Mancing

KM LENGGE WAWO,- Sejumlah warga masyarakat dusun Ta’a Desa Maria Utara yang bermukim disekitar lapangan Sepak Bola kecamatan Wawo memprotes lapangan

Ide Kreatif

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
20 Desember, 2014 02:30:11
Ide Kreatif
Komentar: 1
Dibaca: 7887 Kali

KM LENGGE WAWO,- Sejumlah warga masyarakat dusun Ta’a Desa Maria Utara yang bermukim disekitar lapangan Sepak Bola kecamatan Wawo memprotes lapangan yang digenangi air hujan dengan cara memancing di genangan air seperti kolam ikan ini. Hal ini dilakukan akibat lambat dan lamanya pemerintah menangani permasalahan yang terjadi bertahun-tahun setiap musim hujan.

Bentuk protes yang dilakukan oleh warga masyarakat ini merupakan sindiran kepada pemerintah akibat tidak adanya perhatian untuk segera mengatasi permasalahan lapangan Umum kecamatan Wawo. Setiap tahun pada musim hujan pemandanagan seperti ini menjadi tontonan dan goyunan bagi masyarakat yang melewati lapangan tersebut, akibat melihat lapanagan seperti kolam pembibitan ikan.

Lapangan Umum kecamatan Wawo kerap dipergunakan oleh masyarakat maupun pemerintah kecamatan, Kabupaten, propinsi dan bahkan pemerintah pusat untuk kegiatan upacara, kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Namun lapangan ini kalau musim hujan tidak sama sekali dilirik malahan dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

Salahsatu warga masyarakat dusun Ta’a desa Maria Utara yang bermukim dilapangan umum kecamatan wawo, Kujang (25) Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh warga masyarakat yang bermukim disekitar lapangan umum sepak bola kecamatan Wawo untuk menanggulangi permasalahan meluapnya air hujan dari pemukiman warga masyarakat akibat jeleknya drainase.

“Saat hujan turun 1 atau 2 jam saja air hujan yang turun di area lapangan dan ditambah dengan luapan air dari drainase yang rusak akan mengakibatkan pinggiran lapangan sebelah selatan yang miring dan rendah akan digenangi air hujan seperti kolam ikan, bahkan kalau hujan turun 3 atau 4 jam jangan kaget luapan air tersebut akan membanjiri rumah warga yang berada di sebalah pinggir selatan dan timur lapangan,” ungkap Kujang.

 

Baca Juga :


Israil warga kecamatan Wawo juga menambahkan, “kalau hujan turun genangan air ini menjadi tempat bermain dan berenang anak-anak, padahal air ini kotor dan keruh, saya takutkan anak-anak kena penyakit dan genangan air ini menjadi sarang demam berdarah,”katanya.

Akibat kurang diperhatikan untuk diperbaiki  maka sejumlah masyarakat menyindir pemerintah dengan cara memancing di genangan air keruh yang tidak ada ikannya. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk segera mengatasi permasalahan ini. (Efan) - 05



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    20 Desember, 2014

    mungkin kalau dikalkulasikan biaya nya selama menunggu pasti akan lebih banyak dari biaya kerja, maka dari itu kenapa harus menunggu terlalu lama, kenapa tidak masyarakat semua terutama yang protes merubah cara protesnya yakni dengan cara menimbun tanah tersebut dengan tanah urug, bukankah itu lebih ekonomis.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan