logoblog

Cari

SI GURIH NIKMAT ASLI SAMBIK ELEN

SI GURIH NIKMAT ASLI SAMBIK ELEN

          Sepat dan berair itulah gambaran ketika kita dihadapkan dengan buah bernama Jambu Monyet (Anacardium Occidentale) yang berasal dari Brasil. Buah

Ide Kreatif

KM. SAMBIK ELEN
Oleh KM. SAMBIK ELEN
01 Mei, 2014 17:41:43
Ide Kreatif
Komentar: 0
Dibaca: 19568 Kali

          Sepat dan berair itulah gambaran ketika kita dihadapkan dengan buah bernama Jambu Monyet (Anacardium Occidentale) yang berasal dari Brasil. Buah yang mengalami perubahan warna dari mulai kehijauan, kuning, oranye, sampai merah jika sudah matang itu tekstur dan bentuknya seperti jambu air, sehingga dalam bahasa Inggris buah ini disebut Cashew Apple (Rose Apple = Jambu Air). Di bawah daging buah bergantung sebuah kacang yang berkulit keras yang bentuknya hampir mirip dengan ginjal. Orang biasanya menyebut bijinya dengan kacang mete. Kacang mete yang biasanya kita santap sebagai camilan atau campuran kue. Kacang gurih ini berasal dari jambu monyet. Buahnya sendiri kurang popular disbanding kacangnya. Pasalnya buah jambu monyet terasa asam dan sepat dengan hanya sedikit rasa manis. Aromanya manis menusuk. Tekstur dagingnya lembut dan juicy dengan kulit yang mudah bonyok sehingga sulit untuk diangkut, oleh sebab itulah kenapa daging buahnya jarang di manfaatkan ketimbang bijinya. Jambu mete merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, harganya cukup stabil dan prosfek pasarnya baik di dalam dan maupun luar negeri cukup baik.

           Nah di tangan seorang Bapak, sebut saja Rusli (41) semua bagian dari jambu monyet tersebut hampir tidak ada yang tersisa untuk di olah, mulai dari daging buah sampai dengan biji jambu mete tersebut. Sambik Elen merupakan sebuah wilayah yang terletak di sebelah timur Kecamatan Bayan yang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Timur. Daerah yang dulunya merupakan daerah yang tandus, sekarang berubah menjadi salah satu daerah yang di perhitungkan dengan potensi jambu mentenya, betapa tidak hampir 90 % penduduk di sini menggantungkan mata pencahariannya sebagai petani mente di samping pekerjaan yang lain, sehingga Desa Sambik Elen terkenal memiliki kualitas mente yang paling baik. Hal ini di lihat dari hilir mudiknya truk pengangkut mente dari luar daerah yang mengangkut mente untuk di proses lebih lanjut di pulau jawa dan bahkan di ekspor ke luar negeri. Sebagai salah satu daerah penghasil jambu mente dengan kualitas terbaik. Tentu ada berbagai permasalahan yang timbul disini, petani mente di sini hanya mampu memasarkan produknya dalam bentuk biji mente kering saja ke para pengepul jambu mente yang ada di Desa Sambik Elen, sehingga untuk mendapatkan penghasilan dari jambu mente dalam bentuk produk yang lain tidak bisa dilakukan karena keterbatasan pengetahuan dan peralatan.

           Akan tetapi di tangan Rusli melalui Gabungan Kelompok Tani Tunas Karyanya berhasil memperkenalkan produk asli Sambik Elen ke berbagai tempat. Adapun produk yang dihasilkan antara lain dari produk jambu mente ini berupa makanan ringan dari biji jambu mente, Sirup dari buah jambu mente, abon dari buah jambu mente, selai jambu mente, dan berbagai macam produk olahan lain berbahan dasar jambu mente. Berkat pelatihan yang di sponsori oleh salah satu bank dan Departemen Perkebunan milik pemerintah ini Rusli berhasil mengolah jambu mente ini dari yang semula produk mentah menjadi produk jadi dengan berbagai jenis seperti yang saya sebutkan tadi di atas. Berkat ketekunannya dalam bidang usaha ini, acapkali Rusli di undang untuk mengikuti setiap pameran yang di selenggarakan oleh berbagai pihak, dan bahkan berkat usahanya ini anggota kelompok tani ini pernah melakukan studi tur ke Sulawesi untuk berbagai ilmu dengan kelompok tani yang ada di sana. Alhasil dengan usahanya ini Rusli mampu memperkerjakan beberapa orang karyawan di perusahaan pengolahan Jambu Mente ini sehingga bisa mengangkat harkat dan martabat bagi penduduk yang ada di desa ini dan bangga bisa memperkenalkan produk jambu mente hingga ke luar daerah.

            Setiap usaha pasti ada halangan dan rintangan yang melengkapi perjalanan sebuah usaha, apalagi usaha tersebut harus bersaing dengan produk-produk makanan dari perusahaan-perusahaan besar baik yang berasal dari dalam dan luar negeri. Akan tetapi Rusli tidak pernah patah semangat dalam membangun usahanya, mulai dari mendaftarkan produknya di MUI untuk memperoleh sertifikat halal sampai dengan memperoleh izin dari Dinas Kesehatan agar produknya layak untuk di konsumsi oleh masyarakat. Berbagai usahapun di tempuh Rusli untuk menjajakan produk asli Desa Sambik Elen ini yaitu dengan jalan menitipkan produknya di berbagai toko/kios di seputaran Kabupaten Lombok Utara. Untuk masalah usaha jambu mete ini Rusli masih terkendala dengan modal yang dimiliki serta minimnya peralatan yang dimiliki oleh usaha ini. Bayangkan saja untuk mengupas biji jambu mente ini masih dilakukan secara tradisional yang dalam bahasa Sasaknya di sebut dengan Ngacip sehingga, Rusli pusing dan bingung ketika pesanan dalam jumlah besar untuk produk olahan ini datang tiba-tiba. Sehingga mau tidak mau dia putar otak untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu jalan yang dilakukan oleh Rusli adalah dengan memperkerjakan sementara penduduk yang ada di sekitar untuk membantu mengupas biji jambu mente ini terutama para ibu-ibu yang tidak mempunyai kesibukan di lading. Permasalahan lain yang muncul yaitu tidak adanya tempat tersendiri untuk pengolahan jambu mente ini, sehingga untuk proses produksinya sendiri masih di lakukan di rumah Rusli, jadi tidak ada tempat khusus untuk melanjutkan usaha ini tegas Rusli saat di wawancarai oleh penulis.

 

Baca Juga :


           Rusli menambahkan, karena jambu mente ini adalah tanaman musiman, sehingga ketika musimnya berhenti Ruslipun bingung harus mencari kemana bahan baku untuk pembuatan aneka produknya, sementara biji-biji mente dan buah tersebut sudah habis di kirim ke daerah lain untuk di olah lagi sehingga terkadang Rusli menolak pemesanan jika sedang kebanjiran order. Meskipun pada dasarnya Desa Sambik Elen merupakan daerah pengekspor mente, tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan Rusli untuk kebutuhan usahanya karena keterbatasan modal usaha dan kekurangan bahan baku. Dengan ini Rusli mengharapkan bantuan kepada pemerintah berupa modal usaha baik berupa pinjaman ataupun yang lainnya. Sehingga nantinya dengan usahanya ini mampu mengenalkan Desa Sambik Elen ke berbagai tempat yang ada di Indonesia bahkan dunia Internasional. Karena produk usahanya ini adalah produk asli dari daerah tempat tinggallnya sehingga dengan majunya produk usaha jambu mete ini bisa sekaligus membuka lapangan kerja bagi penduduk Desa Sambik Elen pada khususnya dan Lombok Utara pada umumnya (Andry Hadinata) - 01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan